Mentari Pagi Edisi 275, Kamis 19 Oktober 2017

REVIEW IHSG

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Rabu (18/10/2017) ditutup turun sebesar 18,12 poin atau 0,30 persen menjadi 5.929,20 poin. Diperkirakan pelemahan itu di akibatkan oleh investor asing yang melanjutkan aksi lepas saham.

Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 4,15 poin (0,41 persen) menjadi 987,48 poin. Investor asing kembali mencatatkan jual bersih atau “foreign net sell” di pasar reguler sebesar Rp937,68 miliar.

Saham Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) memimpin aksi jual investor asing.

Pergerakan IHSG tidak terlepas dari investor yang mengambil posisi “wait and see” terhadap kebijakan Bank Indonesia mengenai tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7-Day Repo Rate).

Secara teknikal, indikator menggambarkan indikasi pergerakan IHSG cenderung bearish yang ditandai dengan Indikator stochastic pada level jenuh beli. Diproyeksikan IHSG hari ini bergerak antara level 5.908 poin, bahkan hingga ke level 5.876 poin.

RINCIAN TRANSAKSI BURSA KEMARIN

RANGKUMAN BERITA EKONOMI

Kemen ESDM proyeksikan pertumbuhan penerimaan negara 35 persen pada 2017

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan pertumbuhan penerimaan negara dari sektor ESDM akan tumbuh sebesar 35 persen pada akhir 2017.

Opini :

Dari berita ini diketahui bahwa nilai tersebut bersumber dari Pajak Penghasilan (PPh) dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) subsektor Minyak dan Gas Bumi (Migas), Energi Baru Terbarukan (EBT), juga Mineral dan Batubara (Minerba). Kenaikan harga minyak dunia yang sebelumnya sempat melemah turut menjadi faktor penyebab naiknya kontribusi ESDM terhadap penerimaan negara di tahun 2017 yang mencapai Rp118,69 triliun.

Ekonomi Dalam Negeri Kian Membaik, Ini Indikatornya

Kondisi ekonomi dalam negeri selama tiga tahun terakhir dinilai cenderung membaik. Hal ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi di tingkat pengangguran, kesenjangan pendapatan orang miskin dan kaya (gini ratio), maupun tingkat inflasi.

Opini :

Saat ini ekonomi Indonesia sudah membaik. Dilihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,01% dan gini ratio juga turun menjadi 0,393 pada periode Maret. Menurut data yang kami himpun, Indonesia menduduki peringkat empat sebagai negara dengan destinasi investasi terbaik di dunia. Nilai investasi selama tiga tahun terakhir naik 48% dari 2015 lalu. Penegasan itu disampaikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong. Menurut Lembong, total investasi, baik PMDN maupun PMA pada 2014 mencapai Rp463 triliun. Saat ini naik mencapai Rp678 triliun atau ada peningkatan sekitar 48% dari 2015 lalu. Pemerintah menyiapkan tiga pilar untuk bisa mewujudkan pertumbuhan ekonomi sehingga bisa menjadi fondasi untuk keluar dari perangkap negara berpendapatan menengah. Pilar pertama dengan mengorbankan subsidi untuk menggenjot infrastruktur dan pengeluaran bantuan sosial, Pilar kedua, memperbaiki kualitas SDM dan pilar terakhir kesempatan bekerja dan kesempatan berusaha.

REKOMENDASI SAHAM

MNCN pada perdagangan kemarin ditutup menguat 5.1% di harga 1535. Secara teknikal MNCN telah break out dari area konsolidasinya dengan Volume yang meningkat. Kami proyeksikan MNCN akan menuju resistance di 1700.

Rekomendasi Buy TP 1700.

SL dibawah 1470.

 

Create By : Research of HIMA AE

Jati Akbar Bahrul Kholbi
Ahmad Ali Ramadhan
Mohamad Syarifudin
Agung Kurniawan
Aditya Widianto
Mila septrya
Euis Herlina

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *