Mentari Pagi Edisi 274,Rabu 18 Oktober 2017

REVIEW IHSG

Selasa, 17 Oktober 2017 kemarin IHSG ditutup dilevel 5947.330 melemah 0.04% atau turun  2.371 poin dari level sebelumnya. Sementara itu asing mencatatkan penjualan bersih sebanyak 970.06 B.

Hampir semua sektor melemah diantaranya sektor infrastruktur, keuangan, penjualan, industry dasar, property, pertanian dan aneka industri  (1,24%).  2 sektor lainnya menguat  yaitu sektor konsumsi dan pertambangan (0,95%).

 

Kami prediksikan IHSG hari ini akan menguat.

 

RINCIAN TRANSAKSI BURSA

17 OKTOBER 2017

RANGKUMAN BERITA EKONOMI

Bank BRI pecah saham dengan rasio 1:5

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) kembali melakukan aksi korporasi yang sama di tahun 2017. Sebelumnya perseroan melakukan pemecahan nominal saham (stock split) di tahun 2011.

Sekretaris Perusahaan BRI, Hari Siaga Amijarso mengatakan latar belakang Perseroan melakukan pemecahan nominal saham (stock split) adalah harga saham BBRI telah mengalami peningkatan dalam 5 (lima) tahun terakhir dengan CAGR sebesar 14,02%. Namun volume perdagangan saham menunjukkan tren penurunan seiring dengan semakin tingginya harga saham.

Opini kami :

Pada umumnya stock split dilakukan untuk meningkatkan likuiditas perusahaan. Stock split dilihat dari investor sebagai sinyal bahwa perusahaan memiliki prospek yang bagus. Seperti BBRI yang merupakan Bank BUMN yang memiliki kinerja yang sangat baik, hal ini akan menimbulkan sinyal postif bagi investor khusus nya investor ritel. Harga saham BBRI yang berada pada level Rp.15.400 per saham bila sudah di stock split harga akan berada pada kisaran Rp. 3000 harga tersebut bisa terjangkau bagi investor ritel sehingga likuiditas saham BBRI akan meningkat.

 

Wijaya Karya kejar proyek sampai luar negeri

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berupaya menggenjot proyek dari luar negeri. Emiten konstruksi pelat merah ini tengah menggarap proyek di wilayah Afrika dan Dubai Uni Emirat Arab.

Direktur Operasi WIKA, Destiawan Soewardjono menyatakan, saat ini kontribusi proyek di luar negeri mencapai 5% dari total kontrak WIKA. Dari sisi nilai, pertumbuhan bisa mencapai 25% setiap tahun. “Saat ini, nilainya sudah Rp 4 triliun untuk kontrak luar negeri. Ada potensi bisa mendapat Rp 500 miliar lagi,” ungkap dia di Gedung WIKA

Opini kami:

Dengan meningkatnya proyek di luar negeri akan memberikan sentimen positif bagi WIKA karena seperti yang kita ketahui ketatnya persaingan di sektor kontruksi khususnya emiten berplat merah atau BUMN, membuat WIKA mengatur siasat untuk mengejar proyek di luar negeri untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Untuk melancarkan proyek tersebut WIKA sudah bekerjasama dengan delapan bank dengan jangka waktu tiga tahun. Perbankan itu antara lain berasal dari Tiongkok, Jepang dan Eropa. Selain itu kemudahan dengan tingkat suku bunga rendah tersebut diperoleh pada anak usaha WIKA yaitu PT Wijaya Karya Realty yang akan IPO tahun depan.

 

Create By:Research Hima Ae

Jati Akbar Bahrul Kholbi
Ahmad Ali Ramadhan
Muhamad syarifudin
 Agung Kurniawan
Aditya Widianto
Mila septrya
Euis Herlina

 

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *