Mentari Pagi Edisi 273 Selasa 17 Oktober 2017

REVIEW IHSG

Pada awal pekan yaitu hari kemarin senin 16 oktober 2017, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,43% ke level 5.949,70. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 499,76 miliar di seluruh pasar sementara di pasar reguler mencetak net buy Rp 158,46 miliar.

Tercatat frekuensi perdagangan sebanyak 345.951 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 13,891 miliar lembar saham senilai Rp13,071 triliun. Sebanyak 181 saham naik, 147 saham menurun, dan 132 saham tidak bergerak nilainya atau stagnan.

Hal yang memicu kenaikan IHSG selain menaiknya sektor industri dasar, properti dan konsumer, rilis laporan keuangan kuartal III dari beberapa emiten juga menyumbang sinyal pertumbuhan. Khususnya dari emiten sektor properti, infrastruktur dan kosumer.

Pekan ini, pelaku pasar menanti rapat Bank Indonesia mengenai suku bunga bank. Dari analisa teknikal diproyeksikan IHSG hari ini kembali menguat dengan level support 5.900 dan resistance 5.970.

RINCIAN TRANSAKSI BURSA

16 Oktober 2017

RANGKUMAN BERITA EKONOMI

Neraca Perdagangan Indonesia September Surplus USD1,76 Miliar

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia pada September 2017 mengalami surplus sebesar USD1,76 miliar atau lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya sebesar USD1,72 miliar.

Opini :

Menurut data yang kami himpun Indonesia memiliki 13 negara tujuan utama ekspor. Selain China, AS, Jepang, beberapa negara tujuan utama lainnya adalah negara-negara ASEAN, Belanda, Jerman, Italia, India, Australia, Korea Selatan, hingga Taiwan.  Namun, Indonesia juga mencatat angka ekspor yang meningkat cukup signifikan pada negara-negara tujuan nontradisional. Meskipun kontribusinya kecil, tapi pertumbuhannya cepat, seperti contoh  ekspor produk Indonesia ke Mesir secara tahunan naik 44,80 persen. Komoditas utama yang diekspor ke negara tersebut antara lain minyak kelapa sawit, bahan tekstil buatan tangan, dan kopi. Namun tujuan utama ekspor Indonesia masih ke negara China yaitu mencapai 1,89 miliar dollar AS.

Ekonomi RI Tak Akan Gaduh Jelang Tahun Politik

Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak akan terpengaruh dengan dinamika politik yang terjadi jelang pemilihan umum kepala daerah (pilkada) dan pemilihan umum presiden (pilpres) tahun depan. Pasalnya, saat ini masyarakat di Indonesia sudah mulai mampu memetakan antara politik dan ekonomi.

Opini :

pemisahan antara ekonomi dan politik kentara terlihat saat Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Demo-demo yang mewarnai Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu tidak berpengaruh terhadap pergerakan di pasar saham. Dan perputaran uang dari proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) seperti kampanye dapat membantu meningkatkan perekonomian Indonesia tahun depan. Hal ini dapat menjaga inflasi dikarenakan menjadi bahan oleh calon presiden sebagai alat politiknya. Jadi dapat disimpulkan bahwa tahun politik bukan suatu masalah didalam perekonomian Indonesia.

REKOMENDASI SAHAM

PP ( persero ) Tbk. ( PTPP ) pada perdagangan kemarin di tutup menguat, terdapat pola menarik di saham PTPP ini yaitu pola head and sholder dan pada perdagangan kemarin neckline dari pola tersebut berhasil di breakout untuk saham PTPP kami proyeksikan hari ini akan mengalami penguatan.

Rekomendasi : buy, dengan target terdekat di kisaran 400

SL : di harga 2700 ke bawah max 3%

Create By : Research of HIMA AE

Jati Akbar Bahrul Kholbi
Ahmad Ali Ramadhan
Mohamad Syarifudin
Agung Kurniawan
Aditya Widianto
Mila Septrya
Euis Herlina

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *