Mentari Pagi Edisi 271 Jumat,14 Oktober 2017

REVIEW IHSG

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Kamis (12/10) ditutup menguat sebesar 43,41 poin atau 0,73% menjadi 5.926,20 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 9,40 poin (0,09%) menjadi 986,35 poin.

Berdasarkan data perdagangan, investor asing kembali mencatatkan beli bersih atau foreign net buy di pasar reguler sebesar Rp424,96 miliar. Sementara itu tercatat frekuensi perdagangan sebanyak 343.824 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 14,075 miliar lembar saham senilai Rp9,284 triliun. Sebanyak 172 saham naik, 158 saham menurun, dan 119 saham tidak bergerak nilainya atau stagnan.

Aliran dana asing yang mulai masuk ke pasar saham turut menunjang pergerakan IHSG, diharapkan aksi beli asing itu dapat kembali terjadi di tengah stablitas ekonomi nasional yang terjaga.
Ekonomi yang stabil dengan kecenderungan meningkat maka akan berimbas positif pada kinerja keuangan emiten di BEI, saat ini investor sedang menantikan kinerja emiten kuartal ketiga.

TOTAL VOLUME TRANSAKSI DI BURSA KEMARIN

 

RANGKUMAN BERITA EKONOMI

Negosiasi Freeport Sudah Sampai Tahap Soal Penerimaan Negara

tirto.id – Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan proses negosiasi antara pemerintah dengan PT Freeport Indonesia saat ini sudah masuk tema pembahasan mengenai potensi penerimaan negara, baik untuk pusat maupun daerah.

Opini :

Ada empat area dalam paket perundingan antara pemerintah dan Freeport, yakni pembangunan smelter, komitmen divestasi 51 persen saham, kepastian investasi dan penerimaan negara, serta perpanjangan operasi. Fokus pemerintah saat ini mengenai kepastian investasi dan penerimaan negara. Namun sampai saat ini masih belum terselesaikan. Sejatinya, status Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang dimiliki PT Freeport Indonesia habis pada hari selasa, 10 Oktober. Hal ini masih menjadi tanda tanya yang besar mengapa pemerintah sangat kesulitan mengatasi permasalahan ini. Sepertinya pemerintah masih belum tegas dalam menyikapi permasalahan divestasi PT Freeport Indonesia. Terbukti dari penolakan yang disampaikan Freeport jelas didasari pada karakter ekspansif geografis yang sulit untuk tidak disebut sebagai watak kolonialisme baru. Hanya mau mengambil manfaat dari kekayaan alam secara aman, murah dan monopolistik. Tanpa mau berbagi kesejahteraan pada Negara Republik Indonesia, sebagaimana amanat Undang-undang Dasar 1945, pasal 33. Pemerintah harus mengambil langkah tegas dan semestinya menghentikan pengiriman ekspor yang telah disepakati jika negoisasi izin baru belum terselesaikan

Tumbuh 31 Persen, BNI Raup Laba Bersih Rp 10,16 Triliun

KOMPAS.com – PT Bank Negara Indonesia Tbk ( BNI) melaporkan laba bersih sebesar Rp 10,16 triliun pada kuartal III 2017. Angka ini tumbuh sebesar 31,6 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2016, atau sebesar Rp 7,72 triliun.

Opini :

Dengan laba bersih yang meningkat 31,6% dari periode sebelumnya dan berencana terus melakukan ekspansi guna mengerek tingkat penyaluran kredit hingga akhir tahun, bisa dipastikan para investor sangat tertarik terhadap saham BBNI.

 

PGN Incar Seluruh Kawasan Industri di Indonesia

KOMPAS.com – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (Persero) berupaya memperluas penggunaan gas bumi ke berbagai daerah. Salah satu targetnya yaitu seluruh kawasan industri di Indonesia.

Opini :

Menurut analisa kami saham PGAS dalam trend yang baik. Terbukti dari kinerja penyaluran gas bumi PGN meningkat sepanjang triwulan III-2017 sebesar 17 persen dibandingkan triwulan II-2017. Hal ini memberikan sentimen positif terhadap para investor.

REKOMENDASI SAHAM

Barito Pasifik Tbk. ( BRPT ) mengalami pelemahan secara signifikan.dan pada perdagangan kemarin akhirnya di tutup menguat,kami proyeksikan untuk saham BRPT ini akan memulai trend uptrend nya lagi setelah memantul dari titik support  nya kemarin.

Rekomendasi buy,dengan target harga di 2300

Stop loss jika harga malah bergerak di kisaran 1820

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *