Mentari Pagi Edisi 268, Jumat 6 Oktober 2017

REVIEW IHSG

Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG), pada Kamis (05/10) ditutup melemah 49,56 poin atau 0,83% menjadi 5.901,90 poin.

Setelah dua hari berturut-turut mengalami kenaikan hingga mencetak rekor baru, IHSG bergerak melakukan koreksi, hal ini dikarenakan aksi lepas saham dan ambil untung oleh investor menyusul momentum penguatan mulai mereda karena minimnya sentimen pendorong.

Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 9,10 poin (0,91%) menjadi 982,85 poin. Investor asing kembali mencatatkan jual bersih atau foreign net sell di pasar reguler sebesar Rp553,49 miliar.

Sementara itu tercatat frekuensi perdagangan sebanyak 293.900 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 7,017 miliar lembar saham senilai Rp6,255 triliun.

Sebanyak 129 saham naik, 217 saham menurun, dan 101 saham tidak bergerak nilainya atau stagnan. Mayoritas saham mengalami pelemahan dimana sektor perdagangan dan jasa, konsumsi, dan industri dasar memimpin pelemahan.

Secara teknikal, pergerakan sejumlah indikator IHSG menunjukkan mulai masuk dalam area jenuh beli (overbought). Diperkirakan, hari ini jumat (06/10) IHSG akan bergerak di kisaran 5.856-5.921 poin.

TOTAL TRANSAKSI

RANGKUMAN BERITA EKONOMI

Penguatan Dolar Tekan Lagi Logam Mulia

Harga emas comex lagi-lagi mengalami tekanan dari penguatan dolar, setelah sepanjang perdagangan kemarin bergerak fluktuatif.

Opini :

Penurunan antara lain dipengaruhi oleh kenaikan ekuitas, di mana Indeks Dow Jones Industrial Average naik 101,85 poin atau 0,45 persen menjadi 22.763,49 poin pukul 17.36 GMT. Ketika ekuitas mendapat keuntungan, logam mulia biasanya turun, karena investor lebih tertarik kepada pasar saham. Dan juga emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah. Jika dolar AS naik maka biasanya emas berjangka akan turun, karena emas yang diukur dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi para investor.

Inflasi Diramal Lebih Terjaga Memasuki Tahun Politik

Memasuki tahun politik di 2018 dan 2019, mendatang diperkirakan inflasi akan lebih terjaga dibandingkan periode yang sama sebelumnya. Seperti diketahui pada tahun depan, Indonesia akan memasuki tahun politik, di mana akan dilakukan pemilihan kepada daerah (pilkada) secara serentak di 171 daerah dan pada 2019 akan ada pemilihan presiden (pilpres) sekaligus pemilihan legislatif (pileg).

Opini :

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2017 tetap terkendali sehingga mendukung pencapaian sasaran inflasi 2017 sebesar 4,0±1%. Inflasi IHK pada September 2017 tercatat sebesar 0,13% (mtm) atau 3,72% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata inflasi September tiga tahun terakhir sebesar 0,15% (mtm). Berdasarkan komponen, inflasi bulan ini terutama dipengaruhi oleh inflasi kelompok inti dan kelompok administered prices. Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK sampai dengan bulan September tercatat sebesar 2,66% (ytd).  Dan dari Bank Indonesia (BI) dalam Survei Konsumen mengindikasikan keyakinan konsumen pada September 2017 meningkat. Ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) September 2017 sebesar 123,8, lebih tinggi dari 121,9 pada Agustus 2017. Oleh karena itu banyak pengamat ekonomi yang memperkirakan inflasi di tahun 2018 masih akan tetap terkendali khususnya pada tahun ini. Dengan adanya tahun politik hal ini bisa menjadi bahan kampanye presiden untuk periode selanjutnya. Dan semakin dekat tahun Pilpres itu biasanya arus modal akan jor-joran. Ini akan berdampak positif bagi nilai tukar rupiah kita dan ekonomi nasional secara umumnya.

REKOMENDASI SAHAM

Semen Indonesia (Persero).tbk ( SMGR ) pada perdagangan kemarin di tutup menguat,indikator MACD juga masih bergerak positive dan juga terdapat pola doble bottom pada saham SMGR ini kami proyeksikan saham SMGR ini akan menguat / menjadi uptrend jika harga menembus neckline

Rekomendasi buy if brek 10.600 dengan target terdekat di harga 11.130

Batasi resiko jika harga breakdown kembali di harga 10.600

Create By : Research of Hima Ae

Jati Akbar Bahrul Kholbi

Ahmad Ali Ramadhan

Mohamad Syarifudin

 Agung Kurniawan

Aditya Widianto

Mila septrya

Euis Herlina

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *