Mentari Pagi Edisi 261, Rabu 27 September 2017

REVIEW IHSG

Selasa, 26 September 2017 kemarin IHSG ditutup dilevel 5863.962 melemah 0.52% atau turun 30.650 poin dari level sebelumnya. Sementara itu asing mencatatkan penjualan bersih sebanyak 175.59 M.

6  sektor melemah diantaranya sektor property, aneka industry, pertanian, keuangan , pertambangan dan konsumsi (1,39%).  3 sektor lainnya menguat yaitu sektor penjualan,   industry dasar dan infrastruktur  (0,23%).

Kami prediksikan IHSG hari ini akan melemah.

RINCIAN TRANSAKSI BURSA

26 SEPTEMBER 2017

RANGKUMAN BERITA EKONOMI

MEDC berencana terbitkan 8,9 miliar saham baru

KONTAN.CO.ID – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) akan melakukan penambahan modal dengan Hak Memesan Efek terlebih Dahulu (PM-HMETD). Rencananya perusahaan ini akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 4,45 miliar saham baru dalam aksi korporasi ini. Tak cuma akan melakukan rights issue, perusahaan energi ini juga berencana menerbitkan waran dengan jumlah sebesar 4,45 miliar saham. Waran diterbitkan menyertai saham baru yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang saham perusahaan.

 

Opini kami:

Pada dasarnya tujuan untuk menambah porsi kepemilikan pemegang saham atau meningkatkan jumlah saham beredar agar nantinya saham tersebut lebih likuid, namun yang harus diperhatikan adalah tujuan suatu emiten melakukan rights issue. Seperti yang di beritakan diatas emiten MEDC melakukan rigths issue untuk melunasi sebagian dan atau seluruh utang yang akan jatuh tempo. hal ini adalah sinyal negatif ke pasar bahwa manajemen kesulitan untuk membayar hutang.

BBRI akan stock split 1:5

KONTAN.CO.ID – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berniat memecah nilai nominal saham alias stock split dengan rasio 1:5. BBRI akan meminta persetujuan aksi korporasi ini pada rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB).

Kemarin, harga saham BBRI berada pada level Rp 15.675 per saham. Dengan rasio 1:5, maka harga saham BBRI akan berada pada Rp 3.135 per saham. Sedangkan jumlah saham beredar BBRI akan melonjak dari saat ini 24,67 miliar saham menjadi 123,34 miliar saham.

Opini kami :

Pada umumnya stock split dilakukan untuk meningkatkan likuiditas perusahaan. Stock split dilihat dari investor sebagai sinyal bahwa perusahaan memiliki prospek yang bagus. Seperti BBRI yang merupakan Bank BUMN yang memiliki kinerja yang sangat baik, hal ini akan menimbulkan sinyal postif bagi investor khusus nya investor ritel. Harga saham BBRI yang berada pada level Rp.15.675 per saham bisa menjadi Rp. 3.135 per saham bila sudah dilakukan stock spilt harga tersebut bisa terjangkau bagi investor ritel.

REKOMENDASI SAHAM

JPFA Pada Perdagangan Kemarin Berhasil Breakout dari resistancenya, kami melihat masih ada potensi kenaikan bagi JPFA setelah mengalami Sideways selama dua bulan Terakhir. JPFA berpeluang naik menuju target harga 1400.

Rekomendasi Buy Target 1400

Batasi Kerugian apabila Harga Bergerak  dibawah 1200.

DISCLAIMER ON

Create By : Research of HIMA AE

Jati Akbar Bahrul Kholbi

Ahmad Ali Ramadhan

Mohamad Syarifudin

Agung Kurniawan

Aditya Widianto

Mila septrya

Euis Herlina

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *