Mentari Pagi Edisi 259 Senin 25 September 2017

REVIEW IHSG

Jumat, 22 September 2017 kemarin IHSG ditutup dilevel 5911.708 menguat 0.09% atau naik 5.135 poin dari level sebelumnya. Sementara itu asing mencatatkan penjualan bersih sebanyak 22.11 M.

Hampir sektor melemah diantaranya sektor property, penjualan, aneka industry, industry dasar, konsumsi, pertanian, infrastruktur dan  pertambangan (1,59%). Hanya satu sektor yang menguat yaitu sektor keuangan  (2,31%).

Kami prediksikan IHSG hari ini akan melemah.

RINCIAN TRANSAKSI BURSA

22 SEPTEMBER 2017

RANGKUMAN BERITA EKONOMI

BI menggunting suku bunga acuan jadi 4,25%

KONTAN.CO.ID – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan (BI) 7-day reverse repo rate sebesar 25 bps dalam Rapat Dewan Gubernur (BI) yang digelar pada 20 dan 22 Agustus 2017. Dengan demikian, suku bunga acuan BI berada di level 4,25%. Sehingga suku bunga deposit facility di level 3,5% dan lending facility di level 5%. “Penurunan ini masih konsisten dengan realisasi inflasi 2017 yang rendah dan perkiraan inflasi 2018 dan 2019 yang berada di titik tengah kisaran sasaran,” kata Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Dody Budi Waluyo

Opini kami:

kebijakan BI dalam memangkas suku bunga acuan menjadi 4,25% merupakan salah satu pelonggaran kebijakan moneter yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pada umumnya  penurunan suku bunga akan diikuti dengan menurunkan bunga kredit sehinggaaliran pendanaan ke dunia usaha dan sektor rill bisa bertambah kencang. Dan suku bunga deposito  idealnya akan ikut sehingga  menimbulkan sentimen positif bagi pasar modal, investor akan berpindah untuk berinvestasi di pasar modal dibandingkan deposito. Sektor pasar modal pun dapat di untungkan dengan kebijakan ini seperti sektor konsumer adanya potensi peningkatan daya beli masyarakat terhadap produk-produknya, serta sektor property juga diuntungkan karena penurunan suku bunga bisa menurunkan bunga KPR sehingga mendorong pertumbuhan kredit rumah.

 

BWPT kebut pembangunan pabrik

KONTAN.CO.ID – PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) mengimbangi produksi tahun ini dengan pabrik yang dimiliki. Meski ada peningkatan, manajemen mengaku bahwa pabrik yang ada kini masih bisa menangani jumlah produksi.

Sebagai catatan, BWPT mencatatkan rekor produksi yang positif. Hal itu nampak dari jumlah produksi bulan Agustus yang menjadi rekor tertinggi sepanjang tahun 2017. Pada Agustus produksi tandan buah segar (TBS) BWPT, sebanyak 122.499 ton. Produksi tersebut meningkat 60% dibandingkan dengan Agustus 2016 sebesar 76.419 ton.

Opini Kami:

Pembangunan pabrik  BWPT dilakukan untuk mengimbangi kenaikan produksi CPO. Namun kenaikan produksi tidak di imbangi dengan harga CPO, CPO sendiri masih berada dalan tren penurunan yang masih berada dibawah rata-rata RM 2900 per ton.

REKOMENDASI SAHAM

Secara teknikal BNLI saat ini bergerak uptrend dan berpeluang meneruskan trend kenaikan ini, kami merekomendasikan Buy apabila BNLI berhasil Break level 740 dan membuka peluang kenaikan menuju resistance 795.

Rekomendasi Buy on Breakout 740

Target 795

Batasi Kerugian dibawah 700.

DISCLAIMER ON

Create By : Research of HIMA AE

Jati Akbar Bahrul Kholbi

Ahmad Ali Ramadhan

Mohamad Syarifudin

Agung Kurniawan

Aditya Widianto

Mila septrya

Euis Herlina

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *