Mentari Pagi Edisi 251 Selasa 12 September 2017

REVIEW IHSG

Senin, 11 September 2017 kemarin IHSG ditutup dilevel 5871.881 menguat 0.25% atau naik 14.762 poin dari level sebelumnya. Sementara itu asing mencatatkan penjualan bersih sebanyak 615.60 M.

Hampir semua sektor menguat diantaranya sektor infrastruktur, pertambangan, pertanian, konsumsi, aneka industry, industry dasar, dan property 2 sektor lainnya melemah yang memimpin pelemahan adalah sektor perdagangan (0,174%).

Kami prediksikan IHSG hari ini akan melanjutkan penguatan.

RINCIAN TRANSAKSI BURSA

11 SEPTEMBER 2017

RANGKUMAN BERITA EKONOMI

Emiten konsumer tertahan daya beli

KONTAN.CO.ID – Pelemahan daya beli masyarakat masih terlihat. Berdasarkan data pemerintah, pertumbuhan konsumsi swasta di kuartal II-2017 hanya 4,95%. Angka ini di bawah pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang mencapai 5,01% di periode yang sama. Survei konsumen Bank Indonesia juga menunjukkan, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di Agustus 2017 mencapai 121,9 atau turun 1,5 poin dibanding Juli 2017. Padahal, di Juli, IKK sempat meningkat signifikan. Hal ini mempengaruhi kinerja emiten barang konsumer. Kinerja perusahaan konsumer melempem, laporan keuangan beberapa emiten konsumer terlihat melemah, seiring pelemahan daya beli

 

Opini kami:

Penurunan daya beli masyarakat memang mempengaruhi kinerja emiten konsumer. namun dengan dengan pemerintah mengusulkan kenaikan RAPBN 2018 untuk kementrian sosial dari Rp. 17,2 T pada tahun 2017 menjadi Rp. 34,0 T kami menilai ini akan mendorong daya beli masyarakat. Ditambah lagi dengan kebijakan BI menurunkan suku bunga akan mempengaruhi pertumbuhan kredit dan menciptakan daya beli.

Produksi BWPT diproyeksi naik lebih 20%

KONTAN.CO.ID – Produksi PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) memastikan produksi tandan buah segar (TBS) terus meningkat. “Kami perkirakan produksi Agustus akan meningkat lebih dari 20% dibanding awal tahun,” ujar Satrija Budi Wibawa, Sekretaris Perusahaan BWPT. Per Januari 2017, produksi TBS BWPT tercatat sebesar 100.573 ton. Artinya, produksi BWPT per Agustus lalu minimal bisa mencapai 120.688 ton.

Sinyal kenaikan ini sudah terlihat sejak periode Juli 2017. Pada periode tersebut, produksi TBS BWPT sebesar 113.906 ton. Angka ini naik 17% dibanding produksi periode Juni 2017, 96.838 ton. Bahkan, jika dibandingkan dengan Juli 2016, produksi TBS BWPT melesat 82% dari sebelumnya 62.371 ton.

Opini Kami :

Produksi BWPT yang di proyeksikan naik lebih dari 20% akan menimbulkan sentimen positif bagi investor. Terlebih lagi pabrik BWPT di papua yang memasuki tahap penyelesaian juga akan meningkatkan produksi BWPT. Dan adanya Festival Diwali di India yang berlangsung pada bulan oktober biasanya akan menimbulkan lonjakan permintaan CPO. Hal ini akan mempengaruhi kinerja emiten yang lebih baik

REKOMENDASI SAHAM

BNLI ada chanel menarik yg terlihat dalam analisa teknikal.BNLI berpotensi memantul jika sampai turun menyentuh trend line chanel bawah.

Rekomendasi: manfaatkan pantulan jika menyetuh trend line,buy on weknes di harga 710,atau buy    langsung dengan target 755 ( tetapi agak riskan )

stop loss jika brekout dari harga 690

DISCLAIMER ON

 

Create By:Research Hima Ae

 

Jati Akbar Bahrul Kholbi

Ahmad Ali Ramadhan

Muhamad syarifudin

Agung Kurniawan

Aditya Widianto

Mila septrya

Euis Herlina

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *