Mentari Pagi Edisi 246, Selasa 5 September 2017

 REVIEW IHSG

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (4/9) ditutup melemah 0,86% ke level 5.813,74.

Tekanan pada IHSG mengekor mayoritas bursa saham Asia. Indeks Nikkei 225 ditutup turun 0,93%, Hang Seng Index melemah 0,76%. Namun, indeks Shanghai Composite masih naik 0,37%.

Penurunan IHSG tidak lain karena kembali munculnya ketegangan di Semenanjung Korea. Pasalnya, Korea Utara kembali melakukan uji coba nuklir keenam.

Harapan untuk penguatan kembali Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terbuka pada perdagangan hari ini, selama ketegangan politik global akibat uji coba bom hidrogen Korea Utara tidak berlanjut semakin memburuk.

Secara teknikal, IHSG berpeluang rebound dikarenakan EMA50 menyentuh support. Namun, faktor penentunya tetap pada sentimen global, potensi konflik memanas bisa membuat indeks akan semakin merosot.

BERIKUT RINCIAN TRANSAKSI DI BURSA

RANGKUMAN BERITA EKONOMI

Kemendag Tetapkan HET pada Beras, Ini Harganya

KOMPAS.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan Harga Eceran Tertinggi ( HET) untuk bahan pokok beras. Terdapat tiga jenis beras yang ditetapkan HET diantaranya, beras medium, beras premium dan beras khusus.

Opini kami :

Dengan di tetapkannya HET (Harga Eceran Tertinggi) dapat memberantas aksi spekulan yang mengambil untung besar sehingga dapat merugikan masyarakat sebagai konsumen. Dan hal ini didukung oleh persediaan beras yang cukup sampai bulan Maret 2018, sehingga Harga Eceran Tertinggi dapat di jalankan dengan baik dan para kalangan retail masih mendapatkan keuntungan.

Program Semen Satu Harga Berhasil Jika Program Tol Laut Optimal

KOMPAS.com – Asosiasi Semen Indonesia (ASI) menyatakan program tol laut gagasan pemerintah perlu digalakkan dan ditingkatkan optimalisasinya agar memberikan dampak positif pada penurunan harga semen di Indonesia terutama di wilayah-wilayah terpencil.

Opini kami :

Setelah merealisasikan program bahan bakar minyak satu harga kini pemerintah tengah menggodok skema supaya harga semen sama atau mengurangi disparitas harga semen di seluruh daerah di Indonesia. Saat ini pemerintah telah mengurangi disparitas harga semen di wilayah pegunungan Papua hingga menjadi Rp 500 ribu per sak ukuran 50 kg per tanggal 11 Agustus 2017. Hal ini dapat mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah tersebut. Selain tol laut, pemerintah juga melakukan kebijakan untuk membuat tol udara, yaitu program transportasi menggunakan pesawat udara yang biayanya disubsidi oleh pemerintah. Jika keduanya dapat di realisasikan maka program semen satu harga akan terwujud.

Rekomendasi Saham

Untuk hari ini kami dari team research hima ae tidak merekomendasi kan saham dulu,kami merekomendasikan kepada setiap trader/investor wait and see dulu melihat kelanjutan market,karena kondisi IHSG masih loyo dan belum ada tanda tanda IHSG  bergerak naik.

 

DISCLAIMER ON

 

Create By : Research of Hima Ae

 

Jati Akbar Bahrul Kholbi

Ahmad Ali Ramadhan

Mohammad Syarifudin

Agung Kurniawan

Aditya Widianto

Mila septrya

Euis Herlina

 

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *