Mentari Pagi Edisi 242 Rabu,23 Agustus 2017

IHSG REVIEW

Pada perdagangan Selasa (22/8/2017), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 19,293 Poin (0,33%) ke posisi 5.880,297.

Sebanyak 165 saham naik, 182 saham turun, 123 saham stagnan dan 131 saham tidak ditransaksikan sama sekali. Mayoritas sektor saham mendukung penguatan IHSG. Saham-saham di sektor pertambangan memimpin penguatan 0,83%, disusul pertanian 0,82%, industri dasar 0,78%, konsumer 0,44%, infrastruktur 0,43%, perdagangan 0,25%, keuangan 0,15%, dan aneka industri 0,14%. Hanya sektor properti yang melemah 0,19%.

Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp4,85 triliun dan Rp2,037 triliun di pasar negosiasi. Total transaksi mencapai Rp6,89 triliun.

Sementara itu, investor asing mencatatkan pembelian saham senilai Rp2,29 triliun dan Penjualan saham senilai Rp1,96 triliun. Alhasil, investor asing mencatatkan pembelian saham bersih (net foreign buy) senilai Rp337,2 miliar.

Penguatan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa saham lainnya yang terlihat menghijau di Asia Tenggara, di antaranya indeks FTSE Malay KLCI (+0,15%), indeks FTSE Straits Time Singapura (+0,55%), dan indeks SE Thailand (+0,16%). Adapun indek PSEi Filipina turun tipis 0,01%.

 

Secara teknikal, indicator MACD dan RSI menggambarkan pola positif untuk pergerakan IHSG. Kami proyeksikan IHSG hari ini akan bergerak di kisaran 5830-5920.

BERIKUT RINCIAN TRANSAKSI DI BURSA

RANGKUMAN BERITA EKONOMI

Harga Semen di Puncak Jaya Papua Turun Jadi Rp 500.000 Per Sak

KOMPAS.com – Harga semen di Kabupaten Puncak Jaya, Papua terus beranjak turun. Sempat menyentuh angka Rp 2 juta per sak, kini harganya jadi Rp 500.000 per sak di tingkat penjual.

Opini kami :

Dengan menurunnya harga semen di Papua, maka hal ini dapat mengurangi beban pemerintah dalam pembangunan dan pemerataan infrastruktur di Indonesia dan ketimpangan antar daerah yang lain. Hingga saat ini di pulau paling Timur ini masih sangat minim dalam pembangunan infrastruktur dikarenakan minimnya dan mahalnya pasokan-pasokan dan bahan dalam merealisasikan infrastruktur di Papua. Padahal dengan adanya pengembangan infrastruktur yang masif, seluruh wilayah di Indonesia akan semakin terintegrasi secara ekonomi, sehingga biaya logistik di Indonesia dapat diturunkan dan disparitas harga dapat ditekan, sekaligus menaikkan daya saing ekonomi Indonesia.

BI 7-Day Repo Rate Akhirnya Turun ke Posisi 4,5%

Sindonews.com – Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG-BI) pada 21-22 Agustus 2017 memutuskan menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis point dari 4,75% menjadi 4,5%, dengan suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility masing-masing sebesar 3,75% dan 5,25%, yang berlaku efektif pada 23 Agustus 2017.

Opini kami :

Kebijakan Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) dapat memberikan konsekuensi yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, penurunan suku bunga membuat nilai tukar rupiah tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Di sisi lain, keputusan tersebut telah membawa indeks harga saham gabungan (IHSG) ke level tertinggi dalam sejarah. Investor menilai penurunan suku bunga dapat mendorong perekonomian Indonesia. Saat ini BI rate turun sebesar 25 basis poimt dari 4,75% menjadi 4,5%. Menurut Gubernur BI Agus Martowdojo, penurunan ini juga akan diikuti dengan penurunan suku bunga instrumen lainnya, memperhatikan kebijakan moneter dengan rendahnya perkiraan inflasi 2017-2018, serta terkendalinya defisit transaksi berjalan yang dalam kondisi aman.

Transaksi Bursa Saham Kian Aktif

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bursa Efek Indonesia menilai pergerakan indeks harga saham gabungan saat ini semakin aktif dengan mencatatkan lebih dari 75% emiten yang ditransaksikan setiap harinya.

Opini kami:

dengan adanya berita baik ini,opini kami pasar modal di indonesia akan terus mengalami perkembangan,misalnya  bagi emiten yg belum listing, dengan adanya berita seperti ini memancing perusahaan – perusahaan yg belum listing di bursa membuat pertimbangan untuk menjadikan perusahaan nya listing di bursa di karenakan, banyak investor yg melirik berinvestasi di indonesia di karenakan liquiditas pasar modal di indonesia semakin bagus.

REKOMENDASI SAHAM

ANTM: Telah terjadi breakout dari downtrend Channel dan minor resistance di level 710 yang berpeluang menuju target uptrend jangka pendek di 780. apabila level 780 dapat tertembus berpeluang mencapai level 850. Batasi Kerugian apabila harga bergerak di bawah 670.

Rekomendasi: Buy Target 780 dan 850

Stop Loss: 670

 

Create By:Research Hima Ae

 

Jati Akbar Bahrul Kholbi

Ahmad Ali Ramadhan

Muhamad syarifudin

Agung Kurniawan

Aditya Widianto

Mila septrya

Euis Herlina

2 thoughts on “Mentari Pagi Edisi 242 Rabu,23 Agustus 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *