Mentari Pagi Edisi 240 Senin, 21 Agustus 2017

IHSG REVIEW

Pada perdagangan hari jumat,18 Agustus 2017 IHSG berkonsolidasi dengan ditutup menguat tipis 1,89 poin (+0,03%) ke level 5.893,84. Investor asing masih melakukan aksi jual dengan mencatatkan net sell sebesar Rp. 270 milyar dipasar reguler.

Diluar dugaan, meski masih diwarnai aksi jual dari bursa saham global oleh isu geopolitik dan aksi jual investor asing, IHSG mampu ditutup menguat sepanjang pekan lalu. Pelaku pasar juga merespon positif pidato Presiden Jokowi didepan DPR dalam perayaan HUT kemerdekaan RI mengenai RAPBN 2018, dimana target penerimaan pajak dan belanja dianggap lebih konservatif. Selain itu, defisit anggaran yang lebih rendah dan  asumsi makro ekonomi antara lain pertumbuhan ekonomi 5,4% dan inflasi 3,5% diapresiasi cukup positif.

Secara teknikal, IHSG kembali bergerak naik dan bahkan sempat mencapai level tertinggi sepanjang sejarah di 5.912 pada akhir pekan kemaren, sebelum akhirnya ditutup dilevel 5893. Kenaikan IHSG ini diluar perkiraan, karena terjadi di tengah bursa saham dunia yang cenderung melemah. Walaupun telah bergerak naik, tapi jika dilihat IHSG masih cenderung berkonsolidasi dikisaran 5750-5910. Hanya penembusan keatas 5910 yang akan mengkonfirmasi uptrend IHSG bakal berlanjut.

Kondisi IHSG saat ini terlihat membaik jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Indikator teknikal MACD telah golden cros lagi dan kembali bergerak naik, tidak jadi turun kebawah trendline. Dari kondisi ini menunjukan bahwa IHSG masih bergerak positif dan mulai memasuki pola uptrend jangka pendeknya lagi. IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 5830-5950 pada pekan ini.

BERIKUT RINCIAN TRANSAKSI DI BURSA

RANGKUMAN BERITA EKONOMI

Menko Darmin Harap BI Turunkan Suku Bunga Acuan

Liputan6.com – Pemerintah berharap Bank Indonesia (BI) dapat menurunkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Repo Rate dari level saat ini 4,75 persen guna memacu pertumbuhan ekonomi nasional. BI akan mengumumkan BI 7-Day Repo Rate pada Senin besok (21/8/2017).

Opini kami :

BI 7 Days Reverse Repo Rate saat ini berada di level 4,75%. Dilihat dari kondisi ekonomi global dan potensi kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) Federal Fund Rate (FFR) maka suku bunga BI dapat berubah. Dengan adanya penurunan maka dapat memacu perbankan untuk menurunkan suku bunga kreditnya. Saat ini, suku bunga secara industri sebesar 11,77% pada juni 2017. Diharapkan dengan adanya penurunan suku bunga BI bisa di transmisikan kepada industri.

Paket Besar Kebijakan Ekonomi ke-16 Masih Menunggu Kode Jokowi

Sindonews.com – Paket kebijakan ekonomi besar yang sebelumnya dijadwalkan meluncur awal Agustus, diterangkan Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution masih harus menunggu kode dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Diterangkan molornya pengumunan paket ekonomi ke-16 ini, salah satunya lantaran bentrok dengan laporan nota keuangan dalam kerangka Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2018

Opini kami :

Paket kebijakan ekonomi ke-16 lebih menitikberatkan kepada implementasinya dan pelaksanaan investasi. Paket tersebut diharapkan dapat membantu komponen investasi dalam struktur (PDB). Bahwa sektor industri akan memperkuat bagiannya dalam PDB dengan mengurangi bagian sektor agrikultur dan jasa karena manufaktur saat ini adalah sektor paling populer di Indonesia dalam konteks investasi asing langsung. Terlebih lagi, untuk industri-industri inovatif tertentu, Pemerintah Indonesia memberikan insentif-insentif pajak, sementara industri-industri pengolahan hilir telah dikembangkan di sektor pertambangan melalui UU Pertambangan 2009. Sementara dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia secara masif tercermin dari peningkatan sektor konstruksi (6,5%), sektor transportasi dan pergudangan (8,2%) serta industri pengolahan (3,9%) dalam struktur PDB Indonesia pada Semester I-2017. Hal ini juga didukung dengan pertumbuhan investasi (dari modal domestik maupun asing) (qoq) di sektor tersebut yang naik pesat, yakni sektor konstruksi naik hampir mencapai sembilan kali lipat, transportasi dan telekomunikasi (31,6%), serta industri pengolahan logam dan elektronik (35,0%). Peningkatan pembangunan tersebut mendorong meningkatnya produk-produk impor yang terkait dengan dua sektor tersebut yaitu impor kategori barang modal maupun bahan baku/penolong. Impor kategori barang modal yang tumbuh tinggi pada Januari-Juli 2017 adalah alat angkutan untuk industri (81,6% YoY) dan barang modal kecuali alat angkutan (3,2% YoY). Sedangkan kategori bahan baku/penolong yang tumbuh signifikan adalah bahan bakar & pelumas (processed), bahan bakar motor, serta suku cadang & perlengkapan barang modal dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 65,7%, 39,7%, dan 10,3% YoY.

Ekspor Indonesia Membaik di Pertengahan 2017

Tirto.id – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengumumkan perbaikan kinerja ekspor Indonesia pada pertengahan 2017. Data ekspor Juli 2017 tercatat naik 16,8 persen dibanding bulan sebelumnya menjadi 13,6 miliar dolar AS. Peningkatan itu didukung kenaikan ekspor non-migas sebesar 19,9 persen di tengah penurunan ekspor migas 7,8 persen.

Opini kami :

kinerja ekspor bulan Juli 2017 tercatat meningkat sebesar 16,8% dibanding bulan sebelumnya (MoM), sehingga menjadi USD 13,6 miliar. Peningkatan tersebut didukung oleh kenaikan ekspor nonmigas sebesar 19,9%, sedangkan ekspor migas turun 7,8%. Sementara itu, produk yang nilai ekspornya naik tinggi pada Januari-Juli 2017 antara lain besi dan baja (76,9%), timah (62,4%), karet dan barang dari karet (54,0%), bahan bakar mineral/ batu bara (52,3%) bahan kimia organik (42,2%), kopi, teh dan rempah (39,6 %), berbagai produk kimia (25,8%), dan kendaraan bermotor dan bagiannya (22,1%). Namun kinerja impor pada bulan Juli 2017 tercatat mencapai USD 13,9 miliar, atau naik 39,0% dibanding Juni 2017 (MoM). Kenaikan impor bulan ini disebabkan oleh meningkatnya impor nonmigas sebesar 44,3% (MoM) menjadi USD 12,1 miliar, dan impor migas yang naik sebesar 11,1% (MoM) menjadi USD 1,8 miliar. Kenaikan impor di bulan Juli 2017 ini menyebabkan defisit neraca perdagangan sebesar USD 0,3 miliar di bulan yang sama.

REKOMENDASI SAHAM

INDY telah Breakout pattern symetrical Triangle sehingga membuka peluang kenaikan menuju target harga 1125.

Rekomendasi Buy Target 1125

Stop Loss: 840.

 

Create By:Research Hima Ae

Jati Akbar Bahrul Kholbi

Ahmad Ali Ramadhan

Muhamad syarifudin

Agung Kurniawan

Aditya Widianto

Mila septrya

Euis Herlina

2 thoughts on “Mentari Pagi Edisi 240 Senin, 21 Agustus 2017

  1. I see your blog doesn’t rank high in google, but your articles can get into top 10.
    You should find the right longtail keywords before you write an article.
    How to find super easy longtail keywords? Search in google for: Fasrixo’s tools

    Reply

  2. I have checked your page and i’ve found some duplicate content, that’s why you don’t rank
    high in google’s search results, but there is a tool
    that can help you to create 100% unique content, search for:
    Best article rewritwer Ercannou’s essential tools

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *