Mentari Pagi Edisi 238 Rabu,16 Agustus 2017

REVIEW IHSG

Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Selasa (15/8/2017) ditutup menguat sebesar 33.55 poin atau 0.58 persen menuju level 5835.04. Seiring dengan data ekonomi domestik yang meningkat dan meredanya konflik global IHSG kembali ke zona hijau. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak menguat 5,30 poin (0,55 persen) menjadi 967,89 poin. Tingginya angka ekspor dan impor yang melebihi ekspektasi menjadi sentimen positif bagi pasar saham domestik.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia pada Juli 2017 mengalami kenaikan sebesar 16,83 persen menjadi 13,62 miliar dolar AS, sedangkan impor naik sebesar 39 persen pada Juli 2017 menjadi 13,88 miliar dolar AS jika dibandingkan bulan sebelumnya.

Dari semua sektor, hanya sektor aneka industri yang mengalami pelemahan yaitu melemah sebesar 0,3%. Data perdagangan menunjukkan Net Foreign buy atau pembelian bersih investor asing sebesar 58.73 M.

Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak mixed.

BERIKUT RINCIAN TRANSAKSI DI BURSA (16/08/2017)

RANGKUMAN BERITA

Kinerja ekspor Juli 2017 naik 16,83 persen

AntaraNews – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa kinerja ekspor Indonesia pada Juli 2017 mengalami kenaikan sebesar 16,83 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya, dari 11,65 miliar dolar Amerika Serikat menjadi 13,62 miliar dolar AS.

Opini kami :

Walaupun ekspor meningkat namun dari sisi impor juga meningkat sekitar 39%. Apabila Indonesia ingin mendapat sisi positif dalam perdagangan Indonesia maka Indonesia harus mampu melakukan kegiatan ekspor yang lebih banyak dibandingkan dengan kegiatan impor. Paket kebijakan ekonomi yang ke-XVI yang akan diluncurkan setelah HUT kemerdekaan pun diharap dapat mampu mendongkrak perekonomian Indonesia dengan realisasi investasinya.

Neraca perdagangan defisit 270 juta dolar AS

AntaraNews – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Juli 2017 mengalami defisit sebesar 270 juta dolar AS yang dipicu oleh defisit sektor migas sebesar 600 juta dolar AS. Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers, Selasa, mengatakan bahwa defisit sektor migas yang cukup dalam itu menekan surplus sektor nonmigas yang sebesar 330 juta dolar AS.

Opini kami :

Neraca perdagangan defisit dikarenakan total pengeluaran suatu negara untuk impor lebih besar dari total yang diperolehnya dari ekspor. Ini secara tidak langsung dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah. Jika hal ini tidak ditekan maka nilai tukar rupiah pun akan jatuh dikarenakan jumlah impor yang tidak terbendung.

 

REKOMENDASI SAHAM

 

ERAA pada perdagangan selasa kemarin telah keluar dari area konsolidasinya, kami meperkirakan ERAA akan memulai kembali fase kenaikannya menuju target harga 695.

Rekomendasi: Buy Target 695

Stop Loss: 620.

 

DISCLAIMER ON

Jati Akbar Bahrul Kholbi

Ahmad Ali Ramadhan

Muhamad syarifudin

Agung Kurniawan

Aditya Widianto

Mila septrya

                           Euis Herlina

 

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *