Mentari Pagi Edisi 236 Senin,14 Agustus 2017

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah 1,03% ke level 5.766,14 pada akhir pekan lalu Jumat (11/8/17). Penurunan IHSG dibarengi dengan aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp 1,15 triliun.

Meski terus berada di zona merah, masih ada satu sektor yang menguat, yakni sektor perkebunan dengan kenaikan 0,16%. Sementara sektor lainnya melemah tajam. Penurunan terbesar terjadi pada sektor aneka industri. Sektor ini anjlok 2,1%. Sektor industri dasar merosot 1,7%, disusul sektor manufaktur yang turun 1,4%.

Tekanan yang membayangi IHSG pekan ini disebabkan berbagai sentimen domestik maupun global. Dari sisi eksternal, investor merespon negatif rilis data ekonomi inflasi Tiongkok yang tak sesuai ekspektasi kemudian dibarengi dengan ketegangan yang terjadi di Semenanjung Korea.

Kami memprediksikan IHSG pekan ini akan melanjutkan pelemahannya dengan support 5.749 dan resistance 5.800.

BERIKUT RINCIAN TRANSAKSI DI BURSA ( 11/08/2017)

RANGKUMAN BERITA EKONOMI

Mentan: Rp5,5 triliun untuk dukung petani lokal

(ANTARA News) – Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,5 triliun untuk mendukung produktivitas petani lokal dalam mengembangkan buah dan pangan lokal.

Opini kami :

Apa yang dilakukan pemerintah saat ini sudah berjalan dengan baik terbukti bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I-2017, sektor pertanian menyumbang kontribusi terhadap PDB sebesar 13,59% dengan pertumbuhan 7,1% (year on year/yoy). Sektor pertanian menjadi salah satu penyumbang ekonomi terbesar. Namun meningkatnya perubahan iklim diprediksikan akan menjadi ancaman terjadinya bencana alam dan risiko di usaha sektor pertanian. Hal ini lah yang perlu di waspadai oleh pemerintah. Dan jangan sampai hanya aspek ‘hulu’ saja yang di dorong tetapi dari aspek ‘hilir’ juga perlu diperhatikan.

Pemerintah komitmen terus bangun infrastruktur

(ANTARA News) – Pemerintah komitmen terus membangun infrastruktur terutama di luar Pulau Jawa dalam dalam upaya meningkatkan konektivitas transportasi yang pada akhirnya meningkatkan pertumbuhan dan pemerataan perekonomian, kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Opini kami :

Pembangunan infrastruktur akan berdampak secara signifikan terhadap saham-saham sektor infrastruktur lainnya. Dan kebijakan pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur sudah sangat tepat terhadap kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Pemerintah telah memberikan hasil yang positif antara lain berkurangnya prosedur, waktu, biaya dalam memulai usaha, mendaftarkan property, izin konstruksi, pembayaran pajak dan lain-lain. Dengan terus menerusnya pembangunan infrastruktur dapat berdampak terhadap kemajuan investasi dalam negeri.

Industri Pengolahan Nonmigas Berkontributor Terbesar ke Ekonomi di Kuartal II

(Metrotvnews.com) – Industri pengolahan nonmigas memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional pada triwulan II-2017 sebesar 17,94 persen. Kontribusi ini terbesar dibandingkan sektor lainnya, seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan sekitar 13,92 persen, konstruksi 10,11 persen, serta pertambangan dan penggalian 7,36 persen. “Kami terus fokus untuk memacu kinerja industri pengolahan nonmigas agar tetap mampu menjadi penggerak utama dalam pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dikutip dari Media Indonesia, Minggu 13 Agustus 2017.

Opini kami :

Konsep hilirisasi industri sangat mendukung sekali bagi pertumbuhan ekonomi indonesia. Dan industri pengolahan menjadi salah satu dari 3 sektor prioritas yang di canangkan oleh pemerintahan saat ini untuk mendongkrak perekonomian Indonesia yang dua di antaranya yaitu pertanian dan pariwisata. Pada semester I-2017, ekspor industri pengolahan nonmigas mencapai USD59,78 miliar atau naik 10,05 persen dibandingkan periode yang sama di 2016 sebesar USD54,32 miliar. Ekspor industri pengolahan nonmigas ini memberikan kontribusi sebesar 74,76 persen dari total ekspor nasional pada semester I-2017 yang mencapai USD79,96 miliar. Hal ini yang dapat memicu penguatan struktur industri,penyebaran dan pemerataan industri, serta penghematan devisa dalam negeri yang disertai peningkatan devisa dari luar negeri. Dengan membaiknya industri pengolahan maka pertumbuhan ekonomi nasional akan membaik dan investasi akan meningkat jika implementasinya dapat dijalankan dengan baik.

REKOMENDASI SAHAM

DILD setelah break Bearish Trend linenya, saat ini dalam fase koreksi menurut kami penurunan ini sudah terbatas setelah munculnya candle Doji. Saham DILD berpeluang melanjutkan kenaikan menuju target resistance di 458.

Rekomendasi: Buy On Weakness 406 – 408 Target Price 458

Batasi Kerugian apabila harga bergerak dibawah 398

 

DISCAIMER ON

Jati Akbar Bahrul Kholbi

Ahmad Ali Ramadhan

Muhamad syarifudin

Agung Kurniawan

Aditya Widianto

Mila septrya

Euis Herlina

3 thoughts on “Mentari Pagi Edisi 236 Senin,14 Agustus 2017

  1. Like!! I blog quite often and I genuinely thank you for your information. The article has truly peaked my interest.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *