Mentari Pagi Edisi 233 Rabu, 9 agustus 2017

REVIEW DAN PREDIKSI IHSG

 

Selasa, 8 Agustus 2017 kemarin IHSG ditutup dilevel 5810.563 menguat 1.07% atau naik 61.271 poin dari level sebelumnya. Sementara itu asing mencatatkan penjualan bersih sebanyak 265.54  M. Hampir semua sektor menguat, kecuali sektor pertambangan yang melemah sekitar 0,43%.

Berdasarkan analisa teknikal, kami proyeksikan IHSG untuk hari ini akan lanjut menguat.

BERIKUT RINCIAN TRANSAKSI DI BURSA (8/8/2017)

RANGKUMAN BERITA EKONOMI

BI optimistis ekonomi kuartal III & IV pulih

JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II tahun ini melemah sebesar 5,01% secara year on year (yoy).  Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo mengatakan pertumbuhan tersebut melemah karena ada kecenderungan pergeseran ke kuartal III dan IV. Agus bilang hal tersebut juga tak lepas dari adanya koreksi harga komoditas andalan ekspor Indonesia. Hal ini bisa tercermin dari hasil BPS yang mencatatkan harga ICP / Indonesian crude price yang turun 8,35%. Kemudian batubara turun 1,87% dan palm oil turun 9,84%. Terlepas dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stagnan di angka 5,01% pada kuartal I dan II. Agus optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III dan IV berada dikisaran 5,2%. “Hal tersebut kami harapkan sehingga sepanjang tahun akan dikisaran 5,2.% – 5,4%,”jelasnya.

Sumber : Kontan

Opini Penulis:

Optimis nya BI dalam memprediksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pulih di kuartal III dan IV ini tidak terlepas dari paket kebijakan yang ke-16 yang akan dikeluarkan pemerintah. Paket kebijakan itu akan mengatur tentang percepatan pelaksanaan investasi serta merupakan paket kebijakan besar-besaran karena menyangkut seluruh kementerian atau lembaga hingga pemerintah daerah. Biasanya investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia harus melalui banyak tahap perizinan khususnya investasi di sektor migas. Dengan adanya paket kebijakan tersebut investor bisa langsung merealisasikan investasinya sambil mengurus perizinan. Dan pergeseran pembayaran gaji ke-13 di Juli tahun ini diharapkan akan berdampak pada konsumsi rumah tangga. Jadi dari sisi pemerintah yakin bahwa belanja yang tepat waktu akan mendorong growth di kuartal-kuartal berikutnya.

 

WIKA pastikan laba tahun ini naik

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) belum melaporkan laporan keuangan per semester pertama di tahun 2017 tahun ini. Manajemen WIKA mengungkapkan bahwa laporan keuangan ini belum bisa dirilis lantaran saat ini masih dalam proses audit terkait dengan rencana perusahaan untuk menerbitkan obligasi. Dengan prediksi pertumbuhan 62%, pendapatan semester pertama WIKA pada tahun ini Rp 9,77 triliun. Sedangkan laba WIKA akan berada di kisaran Rp 441,11 miliar hingga Rp 446,57 miliar.

Sumber : Kontan

Opini Penulis :

Pada semester pertama tahun 2016 yang lalu, laba WIKA tercatat sebanyak Rp 256,65 miliar dan pendapatan WIKA tercatat sebesar Rp 6,03 triliun. Serta perolehan nilai kontrak per Juni 2017 yang naik 74% dibandingkan dengan periode yang sama. Oleh sebab itu dapat dipastikan laba WIKA naik untuk tahun ini. Terlebih lagi pemerintah lebih menitik beratkan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan ekonomi dengan cara menumbuhkan investasi dan infrastruktur. Sehingga emiten seperti WIKA dapat diuntungkan dengan banyak nya proyek infrastruktur yang akan dikeluarkan oleh pemerintah. Kami menilai hal ini dapat menjadikan sentimen positif bagi investor dan WIKA memiliki prospek yang baik untuk kedepannya.

REKOMENDASI SAHAM

LPKR pada perdagangan kemarin uji resisten kuatnya di level 750,indikator MACD masih bergerak positive,dan hari ini saham LPKR potensi menguat dan membrekout resisten kuatnya di level 750.

Rekomendasi:Buy if breakout di level 750 dengan target 845

Stop loss jika breakdown di level 750

 

DISCLAIMER ON

Jati Akbar Bahrul Kholbi

Mohammad Syarifudin

Ahmad Ali Ramadhan

Agung Kurniawan

Aditya Widianto

Mila septrya

Euis Herlina

One thought on “Mentari Pagi Edisi 233 Rabu, 9 agustus 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *