Mentari Pagi Edisi 232 Selasa, 8 agustus 2017

IHSG pada hari senin, 7 Agustus 2017 kemarin di tutup di level 5749.292 melemah 0.49% atau turun 28.190 point dari level sebelumnya. Sementara itu asing mencatatkan Net Sell (All Market) sebanyak Rp 347.04 M. Dari semua sektor, hanya sektor pertanian yang berakhir di zona hijau.

Berdasarkan analisa teknikal, kami proyeksikan IHSG untuk hari ini akan melanjutkan pelemahannya.

 

BERIKUT RINCIAN TRANSAKSI DI BURSA (7/8/2017)

Kelas Menengah Atas Tahan Belanja, Tumpuk Dana di Bank

KOMPAS.com – Badan Pusat Statistik ( BPS) mencatat, tingkat konsumsi rumah tangga tumbuh 4,95 persen pada kuartal II 2017. Jumlah itu lebih kecil dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 5,07 persen.

Opini Analis :

Penumpukan dana di bank di karenakan penurunan harga komoditas, kenaikan harga-harga yang diatur pemerintah dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Terutama masih menunggu dan memperhatikan perkembangan ekonomi global saat ini. Di pasar komoditas, harga minyak tertekan karena kelebihan pasokan. Penurunan harga minyak juga mempengaruhi harga karet alam. Permintaan komoditas lain yaitu minyak sawit mentah (crude palm oil-CPO) dari China menurun, sehingga membuat harganya yang sudah perlahan naik kembali tertahan bahkan cenderung turun. Penurunan harga komoditas ini berdampak pada pendapatan masyarakat. Inflasi pada paruh pertama tahun ini tercatat sebesar 2,38 persen. Jika diperhatikan lebih jauh, terlihat bahwa inflasi akibat harga-harga yang diatur oleh pemerintah (administered inflation) naik paling tinggi. Ketika harga-harga yang ditetapkan pemerintah naik, orang cenderung akan mengurangi pemakaiannya, atau memangkas pos pengeluaran lain. Sehingga, bisa jadi masyarakat jadi menunda pembelian.

Tak Hanya Pertumbuhan, Pemerintah Fokus Pemerataan

Neraca.co.id – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, selain fokus untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi domestik menjadi lebih tinggi, pemerintah juga fokus dalam upaya mengurangi ketimpangan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh Gini Ratio adalah sebesar 0,393 pada Maret 2017, turun tipis jika dibanding dengan Gini Ratio pada September 2016 yang sebesar 0,394 persen. “Kalau Gini Ratio di atas 0,4, ada anggapan ketimpangan perlu diatasi, kalau di bawah itu bisa ditoleransi. Sekarang meskipun sudah di bawah 0,4 tapi masih mepet, ini masih harus jadi perhatian. Dalam RKP 2018, kami sudah menyatakan bahwa yang jadi fokus kami selain pertumbuhan ekonomi adalah pemerataan,” ujar Bambang di Jakarta, Jumat (4/8).

Opini Analis :

Selain fokus pemerintah terhadap tiga sektor prioritas untuk tahun 2018 yaitu industri pengolahan, pertanian dan pariwisata, ada dua hal yang perlu dicermati fokus pemerintah pada tahun 2018. Pemerintah lebih menitik beratkan pada pertumbuhan dan pemerataan ekonomi dengan cara menumbuhkan investasi dan infrastruktur dalam negeri. Oleh karena itu infrastruktur masih menjadi primadona dalam periode pemerintahan Jokowi dengan dibuktikan kondisi emiten di sektor infrastruktur yang sangat baik.

SGRO Optimistis Produksi Naik 15%-20%

Bisnis.com – Kendati dibayangi oleh musim kemarau yang berisiko menimbulkan kebakaran lahan, PT Sampoerna Agro Tbk. optimistis produksi kebun sawit akan tumbuh 15%-20% sepanjang tahun ini. Budi Setiawan Halim, Direktur Keuangan Sampoerna Agro, mengatakan sepanjang Januari-Juni 2017, produksi tandan buah segar naik 44% dari 453.677 ton menjadi 652.185 ton. Namun, produksi pada kuartal II/2017 anjlok 36% dibandingkan dengan Januari-Maret 2017.

 

Opini Analis :

pada kuartal pertama 2017 SGRO memproduksi tandan buah segar sekitar 652.185 ton namun dalam masalah CPO anjlok 36%. Hal ini terjadi dikarenakan siklus tahunan yang selalu produksi kuartal kedua lebih unggul ketimbang kuartal pertama. Oleh sebab itu kami menilai baik terhadap prospek industri kelapa sawit di dalam negeri terlebih pemerintah menargetkan tiga sektor prioritas yaitu pertanian, industri pengelolaan, dan pariwisata yang dapat menjadikan sentimen positif bagi para pelaku pasar.

 

REKOMENDASI SAHAM

 

MCOR saat ini sedang berada di area konsolidasi pada level supportnya, MACD bergerak positif sehingga terjadi Golden Cross yang mengindikasikan MCOR akan mengakhiri masa konsolidasinya, Kami merekomendasikan Buy dengan Target Harga pertama di harga 260 dan target kedua di 290 Batasi resiko apabila harga bergerak dibawah level 230.

 

Create By:Research Hima Ae

Jati Akbar Bahrul Kholbi

Ahmad Ali Ramadhan

Muhamad syarifudin

Agung Kurniawan

Aditya Widianto

Mila septrya

Euis Herlina

3 thoughts on “Mentari Pagi Edisi 232 Selasa, 8 agustus 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *