Mentari Pagi Edisi 219 kamis,20 juli 2017

REVIEW IHSG

Pada perdagangan Rabu,19 juli 2017 kemarin IHSG di tutup di level 5806.690 melemah 0.27%, sementara itu asing mencatatkan net sell sebanyak Rp 1.61 T.Hanya dua sektor yang berhasil menguat yaitu sektor pertambangan dan sektor perdagangan.

Jika di lihat dari kondisi teknikal IHSG mengalami koreksi wajar, dari indikator MACD juga terlihat negative maka dari itu kami menyimpulkan untuk perdagang hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed.

RINCIAN TRANSAKSI IHSG DIBURSA (19/07/17)

 

 

RANGKUMAN BERITA EKONOMI

Laba Bank Mandiri Kuartal II/2017 Melesat 33%

JAKARTA – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) pada kuartal II/2017 berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp9,5 triliun atau tumbuh 33,7% dari periode yang sama tahun lalu. Selain itu, pertumbuhan kredit secara tahunan mencapai 11,6% pada akhir Juni 2017 menjadi Rp682,0 triliun. Pertumbuhan kredit ini merupakan faktor utama yang mendorong pertumbuhan aset sebesar 9,9% year on year (YoY) menjadi Rp1.067,4 triliun. Pendapatan perseroan dari bisnis jasa perbankan atau fee based income juga tumbuh signifikan sebesar 18,5% menjadi Rp10,9 triliun pada akhir Juni tahun ini.

Sumber :Sindonews

Menurut kami dengan pertumbuhan laba sebesar 33,7% akan menimbulkan sentimen positif bagi investor untuk lebih yakin lagi dalam berinvestasi pada saham BMRI

IPO anak usaha BUMN ditunggu pasar

JAKARTA. Rencana anak udasa milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang hendak menggelar penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) sangat ditunggu oleh pasar. Pasar sangat menggemari IPO dari perusahaan pelat merah.

 

Seperti diketahui, ada beberapa anak usaha BUMN yang akan menggelar IPO. Beberapa anak usaha BUMN ini misalnya tiga anak usaha PT Pembangunan Perumahan (PTPP) yaitu PT PP Peralatan, PT PP Energi dan PT PP Urban. Ada juga anak usaha dari PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yaitu PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia.

Anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yaitu PT Wika Realty dan PT Wika Gedung pun bersiap melantai. Anak usaha PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Adhi Persada Gedung juga bergegas masuk pasar. Selain itu ada juga anak usaha dari PT Pertamina, anak usaha PT Pelindo II dan akan usaha PT PLN.

Sumber : Kontan

Menurut pandangan kami IPO anak perusahaan cenderung bahwa tren harga saham anak perusahaan akan mengikuti tren harga saham perusahaan induknya, tetapi harga saham induk tidak lebih tinggi dari perusahaan induknya.

Laba WSKT melejit 145,02% di semester pertama

JAKARTA. Laba PT Waskita Karya Tbk (WSKT) pada separuh pertama 2017 melejit 145,02% dibandingkan periode yang sama di 2016. Emiten konstruksi pelat merah ini meraup laba bersih Rp 1,43 triliun.

Bandingkan dengan laba semester satu tahun lalu yang cuma Rp 582 miliar. Dengan perolehan ini, manajemen WSKT optimistis bisa meraih laba Rp 3,5 triliun hingga akhir 2017 ini.

Lonjakan laba ini ditopang oleh peningkatan pendapatan WSKT yang mencapai 92,45% menjadi Rp 15,55 triliun. Sebagai catatan, di semester I-2016 pendapatan WSKT hanya Rp 8,08 triliun.

Sumber : Kontan

Sama seperti yang terjadi pada BMRI, hal ini juga akan menimbulkan sentimen positif bagi investor. Dan menurut kami dengan banyak nya pogram pemerintah mengenai pembangunan infrastruktur di indonesia bukan tidak mungkin lagi WSKT bisa mencapai target laba sebesar Rp. 3,5 T. Hal ini juga akan lebih meyakin kan investor untuk berinvestasi di saham ini.

REKOMENDASI SAHAM

Jika dilihat dari kondisi teknikal resisten GPRA ini berada di level 176,menurut indikator EMA 200 dan menurut candle low sebelumnya.dan indikator MACD juga masih terlihat positive maka dari itu saham GPRA ini akan berpotensi naik hari ini.

Rekomendasi:buy if breakout 176 target price berada di 226

Stop loss di level 172.

 

 

DISCLAIMER ON

 

 

 

 

 

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *