Mentari Pagi Edisi 217 Selasa,18 juli 2017

REVIEW IHSG

Pada perdagangan kemarin Senin,17 juli 2017 IHSG ditutup di level 5841.280 naik 9.485 (0.16%). Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak mixed,sektor pertambangan sangat mendorong laju kenaikan IHSG yang hari kemarin berhasil menguat sebanyak +2.08%.

berikut kondisi IHSG jika dilihat dari segi teknikal analisis:

jika di lihat dari trend nya IHSG masih uptrend, sedangkan jika di lihat dari overbought dan oversould nya menggunakan indikator MACD IHSG masih dalam keadan belum overbough, yang artinya menurut pandangan kami dalam Analisa teknikal IHSG hari ini akan bergerak cenderung naik.

BERIKUT RINCIAN TRANSAKSI IHSG PADA PERDAGANGAN KEMARIN :

RANGKUMAN BERITA EKONOMI

PTPP Dapat Kontrak Baru Rp20,2 Triliun hingga Semester I

JAKARTA – PT PP Tbk (PTPP) berhasil membukukan kontrak baru sampai dengan akhir Juni 2017 atau semester I 2017 sebesar Rp20,2 triliun. Pencapaian tersebut mencerminkan pertumbuhan kontrak baru meningkat 43% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp14,1 triliun.

Sementara itu, perseroan memprognosakan pada semester I 2017 dapat meraih pendapatan usaha sebesar Rp8,1 triliun atau tumbuh 27% dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp6,4 triliun. Dengan pendapatan usaha Rp8,1 triliun, perseroan memprediksi dapat meraup laba bersih Rp625 miliar semester I ini atau tumbuh 52% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, Rp410 miliar.

Sumber : Sindonews

Dengan pertumbuhan kontrak baru sebesar 43% dari periode sebelumnya, bukan tidak mungkin lagi perseroan dapat mencapai target kontrak baru 2017 sebesar Rp. 40,6 triliun. Hal ini akan menimbulkan sentiment positif dan tidak akan menutup kemungkinan saham PTPP akan dilirik oleh para investor.

 

Bank Mandiri Gandeng NongHyup Financial Perkuat Ekspansi Bisnis

JAKARTA – Bank Mandiri bekerja sama dengan institusi keuangan Korea Selatan, NongHyup Financial Group untuk menggarap sejumlah bisnis perbankan. Kerja sama tersebut antara lain pembiayaan korporasi, pembiayaan perdagangan, remitansi, pengembangan bisnis teknologi keuangan (fintech) serta pembiayaan sektor pertanian di Indonesia.

Sumber : Sindonews

Menurut pandangan kami dengan adanya kerja sama tersebut akan menimbulkan sentiment positif bagi investor terlebih lagi NongHyup Financial Group merupakan salah satu grup usaha asal Korea Selatan yang bergerak di bidang keuangan terutama untuk sektor agrikultur.

Indonesia Mengejar Ketertinggalan Infrastruktur

JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini tengah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur Indonesia.

Dalam periode 2015-2019, anggaran yang dibutuhkan Kementerian PUPR sebesar Rp931 triliun yang tidak dapat dipenuhi seluruhnya melalui APBN. Anggaran tersebut untuk diantaranya pembangunan 65 bendungan, dimana 45 bendungan baru, 1.000 km jalan tol, mendukung program 100-0-100 untuk air bersih, penataan kumuh dan sanitasi serta program satu juta rumah.

Sementara itu, Arifin Tasrif mengatakan Indonesia mengenal Jepang sebagai negara yang mempunyai keunggulan dalam membangun infrastruktur dengan teknologi dan kualitas yang tinggi. Oleh karenanya, ia mengundang para pengusaha Jepang untuk tidak ragu berinvestasi di Indonesia.

Sumber : Sindonews

Menurut pandangan kami dengan adanya berita tersebut tidak menutup kemungkinan investor akan melirik saham-saham yang ada di sektor infrastruktur untuk dijadikan ladang dalam berinvestasi.

REKOMENDASI SAHAM

 

Jika di lihat dari Analisa teknikal TLKM mengalami konsolidasi jangka pendek,dan pada pagi ini TLKM berpotensi melanjutkan trend nya karena terdapat pola penant,sedangkan jika di lihat dari indikator ma,MA 20 masih di atas MA 50 yg artinya masih menandakan trend positive

Rekomendasi: buy if break 4650, dengan target harga 4850

Stop loss 4560

DISCLAIMER ON

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *