AKA THAMRIN TRADING COMPETITION

Aka Thamrin Trading Competition adalah kompetisi trading tahunan yang diselenggarakan oleh Hima Analis Efek dengan lebih dari 300 peserta dari seluruh Indonesia tiap tahunnya. Event ini ditujukkan untuk literasi dan promosi perputaran uang di pasar modal kepada seluruh mahasiswa di Indonesia.

Pada tahun 2021, ATTC diselenggarakan dengan total hadiah 15 juta rupiah. Pemenang diumumkan di event Webinar ATTC 2021 yang diselenggarakan Via Zoom Meeting.

Baca Selengkapnya

MENTARI PAGI EDISI 648, JUM’AT 22 JANUARI 2021

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi pada hari ini sebesar (-0.24%) sehingga IHSG goyah dari kedudukannya dan turun hingga level 6413.892. Hanya empat sektor yang mampu bertahan sementara sektor lainnya melemah.

Pada perdagangan kemarin, sektor Agriculture menjadi sektor terkuat dengan penguatan terbesar yakni (+1.70%) diikuti dengan dengan sektor Miscellaneous Industry yang menguat sebesar (+1.44%). Disisi lainnya, sektor Finance menjadi sektor yang mengalami pelemahan terbesar yakni  (-0.99%). Tercatat sebanyak 18.035 milyar saham diperdagangkan dengan menghasilkan total nilai transaksi sebesar 19.169 triliun. Asing kemarin meninggalkan pasar Tanah Air dengan melakukan aksi jual dan menghasilkan Net Forein Sell sebesar 130.55 milyar.

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG akan menguat. Hal ini lantaran sentiment yang datang dari luar negeri yakni pelantikan terpilihnya Presiden AS yang berhasil membuat nilai mata uang rupiah menguat. Menguatnya nilai mata uang rupiah membuat Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuannya. Hal ini akan menguntungkan sebab dapat memancing minat Asing untuk berinvestasi di Indonesia sebab stabilitasnya mata uang rupiah akan menguntungkan investor dan mempersempit kerugian yang ada akibat nilai kurs. Selanjutnya dari sisi teknikal memang terlihat bahwa candlestick belum sanggup menembus middle Bollinger Bands dan Exponential Moving Average (EMA14) yang mana menunjukan bahwa candlestick masih mampu bertahan.

 

BERITA EKONOMI

Dear Presiden Biden, Ini Harapan Pemerintah RI untuk Anda

Menteri Luar Negeri RI Retno Lestari Priansari Marsudi menyampaikan harapan Indonesia terhadap administrasi Presiden Amerika Serikat Joseph Robinette Biden Jr. dan wakil presiden perempuan pertama AS, Kamala Devi Harris.

Harapan ini dilontarkan Retno setelah Biden dan Kamala resmi dilantik di Capitol Hill pada Rabu (20/1/2021) waktu AS.

“Sebagaimana negara lainnya di dunia, Indonesia memiliki harapan yang besar terhadap Administrasi AS yang baru,” kata Retno dalam konferensi pers virtual pada Kamis (21/1/2021). “Setidaknya terdapat 3 hal yang diharapkan dari AS untuk menciptakan dunia yang lebih baik.”

Kata Retno, Indonesia berharap akan komitmen AS dalam upaya mitigasi pandemi melalui kerja sama multilateral. Kedua, komitmen AS terhadap pemeliharaan perdamaian dan stabilitas di dunia dan kawasan.

“Ditengah semakin rentannya perdamaian dan stabilitas dunia termasuk akibat semakin meningkatnya rivalitas, Indonesia mengharapkan AS dapat menjadi motor terciptanya dunia yang lebih aman, damai, dan stabil,” paparnya.

“Kepemimpinan AS sangat diharapkan dalam upaya pemulihan ekonomi dunia. Indonesia mengharapkan Amerika dapat menjadi bagian dari upaya mendorong sistem perdagangan dunia yang terbuka, berkeadilan dan saling menguntungkan,” katanya.

Menurut HIMA AE, Indonesia berharap akan komitmen AS dalam upaya mitigasi pandemi melalui kerja sama multilateral. Kedua, komitmen AS terhadap pemeliharaan perdamaian dan stabilitas di dunia dan kawasan.

Indonesia juga berharap adanya pembangunan tatanan ekonomi dunia yang kokoh dan berkelanjutan dari AS. Sebab tantangan pemulihan ekonomi pasca pandemi akan menjadi tantangan bagi semua negara di dunia.

“Indonesia juga mengharapkan perhatian AS terhadap ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan akan semakin besar di bawah pemerintahan baru AS ini termasuk komitmen AS dalam pemenuhan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 (Agenda Global 2030).”

Sumber : CNBC

 

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Kamis, 21 Januari 2021 PT. Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) ditutup menguat sebesar +4,08% pada harga Rp 1.020. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Candle Long White Body yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator DMI, ADX dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Dari indikator DMI dapat disimpulkan bahwa pergerakan harga saham TOWR sedang dalam kondisi uptrend. Hal ini dikarenakan posisi garis +DI memotong ke atas garis –DI, serta jarak antara kedua garis tersebut semakin melebar. Kondisi uptrend tersebut cukup kuat, dikarenakan ADX > 20.

Indikator-indikator di atas juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 1.070

Stop Loss        : Rp 1.000

 

(DISCLAIMER ON) Baca Selengkapnya

MENTARI PAGI EDISI 647, KAMIS 21 JANUARI 2021

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (20/01/2021) mengalami penguatan sebesar (1.707%), mengakhiri pada perdagangan kemarin di level 6,429.758. Pada perdagangan kemarin hampir semua sektor mengalami kenaikan terdapat 9 sektor yang mengalami penguatan dan hanya tersisa 1 sektor yang menutup melemah.

Sektor yang mengalami penguatan tertinggi pada perdagangan kemarin diraih oleh sektor Mining sebesar (+5.60%) dan disusul oleh sektor Basic Industry and Chemicals sebesar (+2.51%). Sementara sektor satu-satunya sektor yang mengalami pelemahan adalah sektor Consumer Goods Industry sedalam (-0.62%) .

Dikarenakan pada perdagangan kemarin hampir semua sektor mengalami penguatan dan hanya terdapat satu sektor yang mengalami pelemahan, maka IHSG pada perdagangan Rabu kemarin dapat melakukan penguatan. Akibatnya, IHSG mampu mendongkrak kenaikannya. Pada perdagangan kemarin tercatat 19.88 Milyar saham diperdagangkan dengan total nilai transaksi sebesar 24.22 Triliun. Pada perdagangan kemarin asing pun memilih untuk membeli dan mengoleksi saham sehingga mencatatkan pembelian bersih (Net Foreign Buy) sebesar (756.26 Milyar).

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG akan melanjutkan kenaikannya dari hari sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh sentiment positif yang datang dari negeri paman sam mengenai pelantikan presiden Joe Biden. Kemudian dengan adanya proses vaksinasi yang akan segera diberikan kepada masyarakat, akan menjadi harapan baru pada sektor industri propert dan pengembangan nasional agar dapat segera pulih dan Kembali seperti semula.

Disisi lain jika dilihat berdasarkan analisa teknikalnya, candlestick masih berada diatas Indicator Moving Average Cross rerata 13 dan 34 (MA Cross 13,34) dan juga belum terlihatnya akan terjadi persilangan Death Cross.

BERITA EKONOMI

Zoom Incar Dana Melalui Penawaran Kedua!

Perusahaan penyedia layanan komunikasi Zoom Video Communications Inc tengah mengelar penawaran saham kedua. Perusahaan menargetkan dapat mengumpulkan dana senilai US$ 1,75 miliar mengutip Bloomberg pada Rabu (13/1)

Langkah galang dana ini dilakukan memanfaatkan momentum peningkatan permintaan platform konferensi video selama pandemi. Zoom menjual sekitar 5,15 juta saham dengan harga US US$ 340 per saham.

JPMorgan Chase & Co adalah satu-satunya bookrunner untuk penjualan tersebut.  Saham Zoom naik 5,7% pada hari Selasa di New York.

Pendapatan Zoom telah melonjak lebih dari 380% dalam 12 bulan terakhir, mencerminkan permintaan signifikan seiring tren bekerja, belajar, dan bersosialisasi dari rumah lewat komputer.

Namun, Zoom mengatakan pihaknya mengharapkan peningkatan penjualan sebesar 330% pada kuartal saat ini, yang berakhir pada Januari.

Menurut Hima AE, kemampuan Zoom untuk bisa dimanfaatkan oleh perusahaan besar, bisnis kecil dan menengah. Begitupun bagi individu sehingga perusahaan dapat berkembang setelah virus corona dikendalikan dan lebih banyak pekerja yang kembali ke kantor mereka. Pertumbuhan pendapatan pada 2021 mungkin sedikit kurang eksplosif dibandingkan tahun lalu.

Realitas ekonomi sangat kontras dengan pandangan pasar tentang dunia. Kita hidup di masa sekarang dimana ekonomi tengah mengalami tekanan besar, sementara pasar hidup akan masa depan.

Sumber: Kontan;Market’

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Rabu, 20 Januari 2021 PT. Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) ditutup menguat sebesar +11,11% pada harga Rp 700. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin telah terbentuk Bullish Candle  yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator Moving Average 34, Moving Average 25, Sthocastic dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Pada perdagangan terakhir harga perusahaan berada tepat diatas Moving Average 34 dan Moving Average 25 mengindikasikan kuat bahwa tren akan lanjut naik.

Kemudian pada indikator Sthocastic mulai terjadi Golden Cross menuju area Overbought mengindikasikan bahwa perusahaan akan mengalami tren naik.

Indikator-indikator tersebut juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 735

Stop Loss        : Rp 685

(DISCLAIMER ON)

  Baca Selengkapnya

MENTARI PAGI EDISI 646, RABU 20 JANUARI 2021

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (19/01/2021) terkoreksi sebesar (-1.06%) sehingga IHSG melemah hingga level 6321.856. Seluruh sektor mengalami pelemahan pada perdagangan kemarin.

Sektor Mining menjadi sektor paling tertinggal diantara sektor lainnya dengan pelemahan sebesar (-3.36%) diikuti pelemahan yang terjadi pada sektor Property, Real Estate and Buildeing Construction sebesar (-2.60%). Sementara disisi lain, sektor Trade, Service and Investment menjadi sektor dengan pelemahan terendah diantara sektor lainnya yakni sebesar (-0.31%). Sebanyak 23.042 milyar saham diperdagangkan sehingga menghasilkan total nilai transaksi sebesar 17.507 triliun. Meskipun demikian, pasar Tanah Air tetap diramaikan oleh Asing sebab dapat dilihat bahwa Asing masih melakukan aksi beli dan menghasilkan Net Foreign Buy sebesar 277.10 milyar.

Baca Selengkapnya

MENTARI PAGI EDISI 645, SELASA 19 JANUARI 2021

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (18/01/2021) menguat tipis sebesar (0.258%), mengakhiri pada perdagangan kemarin di level 6,389.834. Pada perdagangan kemarin terdapat 5 sektor yang mengalami penguatan dan sisa 5 sektor lainnya menutup melemah.

Sektor yang mengalami penguatan tertinggi pada perdagangan kemarin diraih oleh sektor Consumer Goods Industry sebesar (+2.22%) dan disusul oleh sektor Manufacturing sebesar (+1.11%). Sementara sektor yang mengalami pelemahan paling dalam yaitu jatuh kepada sektor Agriculture sedalam (-3.12%) kemudian dilanjut oleh sektor Mining yang melemah paling dalam kedua sedalam (-2.89%).

Meskipun pada perdagangan kemarin sektor yang mengalami penguatan dan pelemahan berjumlah sama dan rata, tetap tidak dapat menggagalkan IHSG untuk dapat memperoleh penguatan pada perdagangan kemarin. Akibatnya, IHSG mampu mendongkrak kenaikannya. Pada perdagangan kemarin tercatat 35.29 Milyar saham diperdagangkan dengan total nilai transaksi sebesar 23.08 Triliun. Asing pun memilih untuk menjual dan melego saham pada perdagangan kemarin sehingga mencatatkan penjualan bersih (Net Foreign Sell) sebesar (-200.94 Milyar).

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG akan melanjutkan kenaikannya dari hari sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh sentiment positif yang dating dari negeri China yang menyatakan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) negeri panda tersebut ternyata lebih baik dari perkiraannya dengan kenaikan 6,5% dari kuartal IV tahun sebelumnya YoY. Kemudian dengan adanya proses vaksinasi yang akan segera diberi kepada masyarakat, akan menjadi harapan baru pada sektor industri propert dan pengembangan nasional agar dapat segera pulih dan Kembali seperti semula.

Disisi lain jika dilihat berdasarkan analisa teknikalnya, candlestick masih berada diatas Indicator Moving Average Cross rerata 13 dan 34 (MA Cross 13,34) dan juga belum terlihatnya akan terjadi persilangan Death Cross.

 

BERITA EKONOMI

Pindah Haluan ke Dolar AS! Harga Emas Lesu Koreksi

Harga emas mendapatkan momentum rebound seiring dengan masih tingginya kasus Covid-19, sehingga investor masih masuk ke aset aman.

Pada perdagangan Senin (18/1/2021) pukul 14.21 WIB, harga emas spot naik 0,48 persen atau 8,8 poin menjadi US$1.837,25 per troy ounce. Emas Comex kontrak Februari 2021 juga naik 0,34 persen atau 6,2 poin menuju US$1.836,1 per troy ounce.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama naik tipis 0,02 persen menuju 90,788.

Bila dihitung dengan asumsi nilai tukar rupiah Rp 13.600, harga emas per gram di logam mulia akan berada di kisaran Rp 999 ribu per gram. Namun, bila rupiah bercokol di Rp 14.200 per dolar Amerika Serikat, harga emas akan berkisar Rp 1,3 juta per gram.

Harga emas bergerak lebih rendah pada sesi Asia karena terbebani oleh optimisme vaksinasi virus Covid-19 di sejumlah negara yang berpotensi memicu permintaan terhadap aset resiko.

harga emas berpeluang masih dalam tekanan turun dalam jangka pendek di tengah outlook penguatan dolar AS karena permintaan aset likuid seiring memburuknya kasus pandemi Covid-19 global dan tingginya yield Treasury AS karena ekspektasi pasar untuk meningkatnya inflasi dibalik langkah-langkah stimulus

Menurut Hima AE, Harga emas sepanjang 2021 masih akan terus bergerak fluktuatif. Penguatan harga emas didorong oleh hasil kesepakatan Inggris dan Uni Eropa terkait Brexit. Inggris akan meninggalkan Brexit terhitung mulai 1 Januari 2021

Meski demikian, harga emas belum bisa melesat terlampau tinggi karena Inggris masih harus membahas pelbagai klausul terkait kesepakatan hubungan perdagangannya. Memperkirakan harga emas berangsur melandai alias turun mulai kuartal kedua hingga puncaknya di kuartal ketiga dengan asumsi kurs rupiah terhadap dolar AS Rp 15.000.

Sumber: CNBC;Kontan

 

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Senin, 18 Januari 2021 PT. Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) ditutup menguat sebesar +5,14% pada harga Rp 450. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin telah terbentuk Bullish Candle  yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator Moving Average 5 dan Moving Average 10, MACD dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Pada perdagangan terakhir harga perusahaan berada tepat diatas Moving Average 5 dan Moving Average 10 mengindikasikan kuat bahwa tren akan lanjut naik.

Kemudian pada indikator MACD, terlihat akan terjadi Golden Cross persilangan antara MACD dan Signal MACD yang tentunya mengindikasikan bahwa perusahaan akan mengalami tren naik.

Indikator-indikator tersebut juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp. 476

Stop Loss        : Rp. 434

 

(DISCLAIMER ON) Baca Selengkapnya

MENTARI MINGUAN EDISI 644, SENIN 18 JANUARI 2021

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pada Jumat (15/01/2021) terkoreksi sebesar (-0.85%) sehingga IHSG turun pada level 6373.412. Hanya satu sektor saja yang mengalami penguatan sementara yang lainnya mengalami koreksi.

Sektor Property, Real Estate and Building Construction menghijau sendirian dengan penguatan sebesar (+1.01%). Sementara sektor Miscellaneous Industry menjadi sektor paling tertinggal dengan pelemahan terbesar yakni (-2.43%) diikuti sektor Agriculuture yang turut melemah sebesar (-1.43%). Sebanyak 28.048 milyar saham diperdagangkan dan menghasilkan total nilai transaksi sebesar 23.687 triliun. Meskipun demikian, Asing masih optimis dengan pasar Tanah Air dengan melakukan aksi beli dan menghasilkan Net Foreign Buy sebesar 86.77 milyar.

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG menguat. Hal ini dikarenakan oleh dua faktor yakni dari dalam negeri yang sudah mulai diadakan vaksinasi secara masal kepada masyarakat luas dan juga sentiment dari luar negeri yakni Amerika mengenai pelantikan Presiden baru mereka yang akan dilakukan minggu ini sebab Presiden baru Amerika Serikat Joe Bidden telah mengusulkan stimulus kebijakan fiscal yang berpotensi menggerek nilai IHSG kea rah yang positif. Selain itu jika dilihat dari sisi teknikalnya, candlestick masih jauh diatas middle Bollinger Bands dan Exponential Moving Average 14 (EMA14).

 

BERITA EKONOMI 

Bagaimana IHSG pekan ini? Berikut sentimennya

Sepanjang minggu ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1,85% dan sudah kembali di atas level 6.300, sesuatu yang kali terakhir dicapai pada awal 2020. Artinya, IHSG sudah kembali ke masa sebelum pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19).

Dari dalam negeri sentimen positif yang mendorong penguatan IHSG dan membantu rupiah memangkas koreksinya adalah dimulainya program vaksinasi Covid-19 secara masal.

Program vaksinasi Covid-19 di RI dimulai minggu ini. Setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan restu untuk menggunakan vaksin Covid-19 yang dikembangkan Sinovac, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang pertama di Indonesia yang disuntikkan vaksin.

Sentimen kedua yang juga turut mengerek kinerja IHSG dan rupiah adalah rencana stimulus fiskal senilai US$ 1,9 triliun yang diajukan oleh Presiden Terpilih AS Joe Biden. Stimulus ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian yang sudah sekarat akibat pandemi Covid-19.

Sementara itu di dalam negeri, Bank Indonesia melalui Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG-BI) akan mengumumkan kebijakan tingkat suku bunga untuk periode Januari 2021.

Menurut HIMA AE, Hal ini kemungkinan menjadi sentimen positif seiring euforia pergantian kepemimpinan presiden AS, sehingga kemungkinan pasar akan merespons positif dari pelantikan Presiden terpilih, Joe Biden.

Diperkirakan, BI tetap akan mempertahankan suku bunga acuannya di angka 3,75%. Sebelumnya pada Desember 2020 lalu, Gubernur BI Perry Warjiyo dalam RDG-BI memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,75%.

Keputusan ini mempertimbangkan prakiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas eksternal yang terjaga, dan sebagai langkah lanjutan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Selain dari suku bunga acuan BI, sentimen dari melonjaknya kasus positif Covid-19 di Tanah Air kemungkinan dapat mempengaruhi pergerakan pasar pekan depan.

Sumber : CNBC

 

 REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Jum’at, 15 Januari 2021 PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) ditutup menguat sebesar +14,2% pada harga Rp 965. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Candle Long White Body yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator DMI, ADX dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Dari indikator DMI dapat disimpulkan bahwa pergerakan harga saham BJTM sedang dalam kondisi uptrend. Hal ini dikarenakan posisi garis +DI konsisten berada di atas garis –DI, serta jarak antara kedua garis tersebut semakin melebar. Kondisi uptrend tersebut sangat kuat, dikarenakan ADX > 25 (berada di level 48).

Indikator-indikator di atas juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang sangat tinggi dan didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 1.025

Stop Loss        : Rp 935

 

(DISCLAIMER ON) Baca Selengkapnya